Posted by: sigitsinam | December 28, 2007

air mengalir

Air merupakan amanat dari Allah SWT, yang dapat dimanfaatkan dan harus dijaga kelestariannya oleh umat manusia.

Belakangan ini kita banyak sekali mendengar berita tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh air. Banjir dimana-mana, ada juga genangan yang disebabkan oleh pasangnya air laut.

Genangan yang disebabkan oleh pasangnya air laut, biasanya terjadi didaerah yang elevasi lahannya dibawah permukaan air laut, seperti Jakarta dan Semarang. Kalau kita dengar berita belakangan ini, warga Jakarta (lebih khususnya yang tinggal dibagian utara), setiap harinya disibukkan dengan banjir yang selalu menggenangi rumah mereka. Hal ini terjadi karena jebolnya tanggul penahan air pasang, sehingga air laut pasang dapat dengan mudah masuk dan menggenangi lahan yang memang elevasinya lebih rendah dari permukaan air laut itu sendiri. Pemerintah sendiri belum dapat melakukan perbaikan permanen tanggul tersebut karena anggaran untuk itu baru akan keluar setidaknya tahun depan.

Genangan akibat air laut pasang, sebenarnya sudah terjadi sejak dahulu, tetapi memang semakin lama semakin parah. Hal ini tentunya disebabkan karena Global Warming, yang menyebabkan naiknya permukaan air laut. Selain itu penurunan permukaan tanah juga merupakan penyebab yang signifikan. Penurunan permukaan tanah ini terjadi karena eksploitasi air tanah besar-besaran yang tidak terkontrol yang biasanya dilakukan oleh pabrik-pabrik, hotel-hotel dan kegiatan usaha lainnya yang memakai sumur bor untuk mensuplai kebutuhan air. Tertutupnya lahan juga menyebabkan meningkatnya aliran limpasan pada musim hujan, sehingga air hujan yang meresap berkurang dan tentunya mengakibatkan berkurangnya potensi air tanah.

Kalau kita mau belajar pada keadaan serupa, tengoklah negeri Belanda. Sebagian besar wilayahnya berada dibawa permukaan air laut. Mereka menggunakan polder dan pompa untuk menanggulanginya. Polder berguna untuk menahan masuknya air laut ke darat, sedangkan pompa berfungsi untuk mendrainage air dari darat ke laut. Kalau kita melihat negara kita, sebenarnya pemerintah sudah berupaya untuk menganggulanginya, hanya saja pelaksanaannya belum maksimal. Tanggul yang dibuat sering sekali jebol, selain itu kapasitas pompa juga belum mencukupi untuk mendrainage air kelaut. Belum lagi masalah exploitasi air tanah yang tidak terkendali juga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Sedangkan untuk banjir yang disebabkan oleh meluapnya air sungai, hal itu juga tidak lepas dari perilaku manusia tersendiri. Penebangan hutan yang tak terkendali membuat air hujan yang jatuh ke tanah langsung melimpas menjadi aliran banjir, sehingga debit banjir menjadi besar. Disamping itu juga perubahan tata guna lahan dari lahan peresapan hujan menjadi bangunan, tentunya tak kalah berperan dalam meningkatnya debit banjir.

Idealnya daerah aliran sungai (DAS) yang baik terlihat dari fluktuasi muka air sungainya, semakin tinggi fluktuasi permukaan air sungai, berarti DAS tersebut semakin rusak sebaliknya jika fluktuasi muka air rendah berarti DAS tersebut masih baik.

Perubahan tata guna lahan sebenarnya dapat diatasi dengan cara yang sangat mudah, yaitu dengan menyediakan sumur resapan sebagai pengganti lahan yang berubah fungsi. Dengan adanya sumur resapan diharapkan hujan yang jatuh tidak langsung melimpas, tetapi meresap ketanah. Sehingga debit banjir dapat berkurang, dan sumbangan untuk air tanah meningkat.

Untuk itu semua dibutuhkan usaha yang serius dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pemangku kepentingan untuk dapat bersama-sama melaksanakan kegiatan pelestarian air.

Si-6


Responses

  1. Hidro I’m in Love!!

  2. Wah, hidro banget tulisannya!!!!
    Namanya juga “kuncen” Lab Hidro, he2……
    Bagi2 “skill Keairannya” (eh TLL juga boleh sih) donk mas……


Leave a response

You must be logged in to post a comment.

Categories